PALOPO – Proyek pelebaran jalan Sam ratulangi palopo di sorot Lembaga penggiat anti korupsi. Diduga proyek tersebut dilaksanakan tidak sesuai dengan bestek.(21/04).
Ketua Lembaga Informasi Dan Advokasi Rakyat bidang Investigasi Darmawan kepada kliknews mengatakan lembaganya telah melakukan investigasi dan menemukan banyak kejanggalan terhadap pekerjaan tersebut. “ Tidak ada direksi keet yang dibangun sebagai tempat mendapatkan informasi soal proyek tersebut.” Ungkap Darmawan.
Selain itu proyek yang panjangnya 2 km tersebut timnya menemukan tiang listrik sebagai batas galian drainase, namun ada juga sebagian tidak berpatokan pada tiang listrik sehingga kuat dugaan lebar bahu jalan tidak sesuai bestek. Menurutnya berdasarkan aturan garis sempadan tiang listrik adalah batas jalan raya, setelahnya itu adalah drainase.
"hanya sebagian drainase yang dibangun, sebahagian titik hanya dibangun talut sehingga endapan air langsung terbuang ke pemukiman warga karena tidak adanya drainase" Ujarnya
Sebagai langkah awal Kata Darmawan, Lembaganya akan meminta klarifikasi ke pihak kontraktor pelaksana maupun pihak terkait dalam hal ini kementrian Pekerjaan Umum. Timnya belum bisa menarik kesimpulan soal adanya tindak pidana korupsi tetapi dengan tidak transparannya dalam pekerjaan tersebut sehingga ada kecurigaan terjadi korupsi "Memang ada kejanggalan yang mengarah ke perbuatan korupsi, Untuk sementara kami kaji dulu dari aspek hukumnya, sambil menunggu hasil klarifikasi” Ungkap Darmawan
Sementara Ketua LINPER Yertin Ratu mengatakan proyek tersebut sangat perlu di awasi dan di pertanyakan sebab dirinya melihat drainase yang dibangun sangat buruk karena tidak adanya serapan air ke drainase, sehingga bila musim hujan datang air akan tergenang pada bahu jalan.
Selain itu pada titik pekuburan China yang letaknya tinggi tidak adanya saluran pembuangan yang menghubungkan ke sungai sehingga air yang terbuang membahayakan rumah warga. “Kami akan awasi ini proyek, bila tidak ada perbaikan kami akan hearing ke DPRD Palopo.” Ujar Yertin aktifis perempuan ini
Ditambahkan ia berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera di rasakan masyarakat.
Penelusuran kliknews.id proyek pelebaran jalan tersebut dilaksanakan melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dikerjakan oleh PT. Genytop Fajar dan konsultan supervisi PT. Seecons Engineering Consultant. Pada papan proyek tertera pelebaran jalan ini dibangun sebahagian dari hasil pajak masyarakat dengan anggaran Rp 24 miliar.
Secara terpisah Anggota Komisi II DPRD Palopo bidang pembangunan Bakri Tahir mengatakan sudah pernah meninjau proyek tersebut . Ia berjanji akan melakukan peninjauan ulang bila mana ada laporan lagi.
Sementara anggota Komisi II lainnya Budi Ratu heran dengan model drainase pada pelebaran jalan tersebut. "barusan saya melihat model drainase seperti itu,"Kata Budi. Ia berjanji akan mengawal pembangunan dan segera melakukan peninjauan secepatnya.

0 komentar:
Posting Komentar